19/09/11

Kejujuran dan Integritas, pentingkah?

Dalam sebuah kehidupan, dan dalam menjalani kehidupannya, manusia berada dalam kemajemukan. peta persaingan dan seleksi alam pun semakin rumit. Semua pasti telah menyadari, dan termasuk kita. Hidup akan menyeleksi yang nampaknya merupakan suatu peristiwa alamiah, namun sebenarnya telah direstui dan digariskan oleh Tuhan.
 Menanggapi lingkungan yang semakin keras, banyak yang berjuang. Banyak pula yang menyerah. Sebagian bernafsu tanpa landasan, sebagian terlalu berhati-hati hingga menetap selamanya di dasar.
bagaimanapun, meskipun belum ada yang membuktikan, namun patut dan bolehlah jika manusia mengusulkan solusi. Aku adalah manusia, dan aku memiliki solusi, sekiranya bisa aku,kamu, dan kalian manfaatkan. Untuk bertahan dalam sekeras apapun hidup, aku mengusulkan dua solusi dari  ribuan solusi lain.  Kita, membutuhkan KEJUJURAN dan INTEGRITAS.
KEJUJURAN adalah mencintai kebenaran dan mewujudkan setiap elemen kebenaran dalam berhubungan dengan sesama manusia.
sedangkan INTEGRITAS adalah kejujuran terhadap hati nurani kita secara individu.
Silahkan, itu hanyalah usulku. Namun aku yakin Insya Alloh bahwa kini aku menuliskan kebenaran.
Mari kita bercermin, mari kita saling menasihati dalam kebaikan... Semoga bermanfaat.




09/09/11

Kenangan


Jika aku hanya membiarkan hidupku mengalir, mungkin hal ini tidak akan pernah dapat aku rasakan. Hatiku menyatu dengan sebuah simponi aliran kesetiaan. Kesetiaan akan cinta, semangat berjuang, setelah merasakan pedihnya teriris duri hidup. Semua itu tidak hanya tertera, bahkan terpahat dalam setiap butir air mata. Haru, senang, bangga, semua menjadi satu tanpa dapat kita pisahkan kesatuannya. Sampai sekarang akupun masih percaya, begitu juga harapku akan kalian semua yang pasti akan merasakan hal serupa. Ini akan menjadi kenangan. Kelak dalam kehidupan. Bawalah dalam setiap langkah. Baktikan dalam setiap tekad. Pegang terus apa yang kita percayai sebagai kesetiaan terhadap hidup. Memaknai hidup tanpa ragu dan sungkan akan mobilitas dunia. Karena suatu saat nanti, kita akan terbang. Berpisah. Satu ke utara, satu lagi ke selatan. Sampai ujung dari benua yang tak berujung. Kita pasti akan sampai di sana, kawan! Percayalah semua yang telah kita perjuangkan dengan peluh dan air mata pasti akan tetap hidup, menghiasi hati kita, menyanyikan lagu-lagu bagi nurani kita. Menguatkan hati kita yang rapuh, membangunkan kesadaran kita dari tidur yang membius. Untuk mengabdikan diri kita pada Agama, bangsa, dan keluarga. Membanggakan orang-orang yang kita sayangi. Bapak kita, ibu kita. Meski sekarang masih terlihat sangat jauh, mari kita berdoa pada Tuhan. Pasti Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita.

Ruang OSIS


Ini adalah malam terakhirku menginap di ruang OSIS
Ruangan yang sempit, tempat kami bertahan, bersama
Aku masih ingat jelas semua memori yang pernah kita ukir selama satu tahun ini.
Sangat jelas.
Tawa kita masih terngiang di sudut ruangan
Tangis kita masih membekas di dinding
Kebahagiaan kita masih tetap terukir di hati, dan akan tetap disana, semoga untuk selamanya.
Percayalah kawan, suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, dengan membawa serta mimpi-mimpi kita yang telah dipeluk Tuhan
Bertemu dalam kebahagiaan, dalam hangatnya kebersamaan, yang telah menyatukan hati kita, hati yang penuh kasih dan cinta.
I love you, guys J

Ruang perjuangan, 17 ‎Juli ‎2011, ‏‎03:17

Gelap Sembab


Seorang manusia bisa terpendam, tergilas, dalam waktu singkat. Namun justru itulah juga momen untuk bisameraih puncak, hanya jika dia mau mendaki.
Gelap sembab, 19 Mei 2011

cinta


Aku sungguh ingin kita bersama di surga
Itulah harapku,
dan harapmu juga semoga
Aku ingin mencintaimu dengan penuh kebaikan
Membawa serta sejuk hatimu di setiap langkah kehidupan
Merengkuh segala dukamu
Menampung air mata apapun darimu
Aku ingin mencintaimu selama mungkin aku mampu

Termakan rindu, 7 september 2011, malam hari

Berkuda


Aku ingin berkuda,
Suatu saat nanti
Berlari bersama hati
Berderap kencang membuang segala kesal
Dia akan bebas
Dan aku percaya akan seutas tali
Mengikat dengan suci
Membakar batas dunia

                Sampai kuingat
                Masa itu, sayup terdengar
                Harmoni beralas percikan harapan,
                Bercita tak peduli bukit,
                Berangan tak peduli gunung,
                Berjuang tak peduli umur,

Dulu, kini, nanti
Pastikan semangatku tuk berkuda
Terus mengikat angan
Hingga tiba
Kala langit berkata,
Dan manusia bersandar
Pada awal kehidupan

Puncak baru akan didaki, 7 September 2011, 22.41