09/09/11

Kenangan


Jika aku hanya membiarkan hidupku mengalir, mungkin hal ini tidak akan pernah dapat aku rasakan. Hatiku menyatu dengan sebuah simponi aliran kesetiaan. Kesetiaan akan cinta, semangat berjuang, setelah merasakan pedihnya teriris duri hidup. Semua itu tidak hanya tertera, bahkan terpahat dalam setiap butir air mata. Haru, senang, bangga, semua menjadi satu tanpa dapat kita pisahkan kesatuannya. Sampai sekarang akupun masih percaya, begitu juga harapku akan kalian semua yang pasti akan merasakan hal serupa. Ini akan menjadi kenangan. Kelak dalam kehidupan. Bawalah dalam setiap langkah. Baktikan dalam setiap tekad. Pegang terus apa yang kita percayai sebagai kesetiaan terhadap hidup. Memaknai hidup tanpa ragu dan sungkan akan mobilitas dunia. Karena suatu saat nanti, kita akan terbang. Berpisah. Satu ke utara, satu lagi ke selatan. Sampai ujung dari benua yang tak berujung. Kita pasti akan sampai di sana, kawan! Percayalah semua yang telah kita perjuangkan dengan peluh dan air mata pasti akan tetap hidup, menghiasi hati kita, menyanyikan lagu-lagu bagi nurani kita. Menguatkan hati kita yang rapuh, membangunkan kesadaran kita dari tidur yang membius. Untuk mengabdikan diri kita pada Agama, bangsa, dan keluarga. Membanggakan orang-orang yang kita sayangi. Bapak kita, ibu kita. Meski sekarang masih terlihat sangat jauh, mari kita berdoa pada Tuhan. Pasti Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar