Jika aku hanya membiarkan
hidupku mengalir, mungkin hal ini tidak akan pernah dapat aku rasakan. Hatiku
menyatu dengan sebuah simponi aliran kesetiaan. Kesetiaan akan cinta, semangat
berjuang, setelah merasakan pedihnya teriris duri hidup. Semua itu tidak hanya
tertera, bahkan terpahat dalam setiap butir air mata. Haru, senang, bangga,
semua menjadi satu tanpa dapat kita pisahkan kesatuannya. Sampai sekarang
akupun masih percaya, begitu juga harapku akan kalian semua yang pasti akan
merasakan hal serupa. Ini akan menjadi kenangan. Kelak dalam kehidupan. Bawalah
dalam setiap langkah. Baktikan dalam setiap tekad. Pegang terus apa yang kita
percayai sebagai kesetiaan terhadap hidup. Memaknai hidup tanpa ragu dan
sungkan akan mobilitas dunia. Karena suatu saat nanti, kita akan terbang.
Berpisah. Satu ke utara, satu lagi ke selatan. Sampai ujung dari benua yang tak
berujung. Kita pasti akan sampai di sana, kawan! Percayalah semua yang telah
kita perjuangkan dengan peluh dan air mata pasti akan tetap hidup, menghiasi
hati kita, menyanyikan lagu-lagu bagi nurani kita. Menguatkan hati kita yang
rapuh, membangunkan kesadaran kita dari tidur yang membius. Untuk mengabdikan
diri kita pada Agama, bangsa, dan keluarga. Membanggakan orang-orang yang kita
sayangi. Bapak kita, ibu kita. Meski sekarang masih terlihat sangat jauh, mari
kita berdoa pada Tuhan. Pasti Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar