28/11/10

Sajak 30 Desember

Masih jelas
Hari itu,
Bumi berselimut dengan kaku
Lalu sedikit melirik
Ke sudut dimana dia akan menyelimuti sebuah tubuh
dengan haru yang membiru
Masih jelas sekelebat langkah
Yang tertera di ukiran hati
Tak pernah usang
Meski ia di tengah iring-iringan
dan memejam habis sudah nafas
Bukan ia tanpa asa
Karena aku melihat senyum
Elok tersungging diantara mimpinya
yang pernah diucap,
dan pernah kudengar
Itu bukan alasan
Namun keinginan
Untuk mematri setiap detak kebersamaan
yang pernah ada
Dalam kebersamaan
Selamanya, Kawan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar