Judul : Adversity Quotient : Turning Obstacles into
Opportunities
No. ISBN : 9796699702
Penulis : Paul G. Stoltz, PhD
Penerbit : PT Grasindo
Tahun terbit : 2000
Jumlah Halaman : 454
Berat Buku : 750 gram
Jenis Cover ; Soft Cover
Dimensi(L x P) : 140x200mm
Kategori : Psikologi
Adversity Quotient, merupakan suatu penilaian yang mengukur bagaimana respon seseorang dalam menghadapai masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang. Buku ini mengupas tuntas semua sudut permasalahan tentang level ketangkasan seseorang dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan.
Adversity Quotient dapat menjadi indikator seberapa kuatkah seseorang dapat terus bertahan dalam suatu pergumulan, sampai pada akhirnya orang tersebut dapat keluar sebagai pemenang, mundur di tengah jalan atau bahkan tidak mau menerima tantangan sedikit pun.
Dalam buku ini, kelompok atau tipe individu dapat dibagi menjadi tiga bagian, yang melambangkan . Kelompok/tipe individu tersebut, antara lain adalah:
Quiters
Merupakan kelompok orang yang tidak memiliki keinginan untuk maju. Mereka memiliki impian, namun takut akan masalah-masalah yang pasti timbul dalam upaya mewujudkan mimpinya. Mereka cenderung dirundung rasa was-was, dan menganggap inovasi itu suatu hal yang sangat menakutkan, itulah mengapa dia lebih memilih untuk mundur dalam setiap pertempuran, meski belum sampai di medan perang.
Campers
Merupakan kelompok orang yang sudah memiliki kemauan untuk berusaha menghadapai masalah dan tantangan yang ada, namun mereka melihat bahwa perjalanannya sudah cukup sampai disini. Mereka menyadari bahwa hidup memang membutuhkan perjuangan. Namun ia terlalu membatasi perjuangannya, karena merasa cukup akan apa yang telah dicapai. Jadi, bagi mereka berhenti di tengah jalan dan berkemah merupakan hal yang terbaik, meski sebenarnya hal itu dapat membunuh para campers secara perlahan.
Climbers
Merupakan kelompok orang yang memilih untuk terus bertahan untuk berjuang menghadapi berbagai macam hal yang akan terus menerjang, baik itu dapat berupa masalah, tantangan, hambatan, serta hal - hal lain yang terus dapat setiap harinya. Kelompok ini memilih untuk terus berjuang tanpa mempedulikan latar belakang serta kemampuan yang mereka miliki, mereka terus mendaki dan mendaki.
Untuk menilai tingkat Adversity Quotient dari seseorang, buku ini telah menjabarkan bahwa AQ memiliki 4 dimensi yang masing - masing merupakan spesifikasi respon seseorang terhadap masalah yang muncul di hadapannya. Dimensi - dimensi tersebut adalah:
1. C = Control
Merepresentasikan mengenai bagaimana seseorang mengendalikan suatu masalah yang muncul. Apakah seseorang memandang bahwa dirinya tak berdaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, atau ia dapat memengang kendali sepenuhnya atas akibat yang timbul dari masalah tersebut.
2. Or = Origin
Menjelaskan mengenai bagaimana seseorang memandang sumber masalah yang ada. Apakah ia cenderung memandang masalah yang terjadi bersumber dari dirinya seorang atau ada faktor - faktor lain diluar dirinya.
Ow = Ownership
Menjelaskan tentang bagaimana seseorang mengakui akibat dari masalah yang timbul. Apakah ia cenderung tak peduli dan lepas tanggung jawab, atau mau mengakui dan mencari solusi untuk masalah tersebut
3. R = Reach
Menjelaskan tentang bagaimana suatu masalah yang muncul dapat mempengaruhi segi-segi hidup yang lain dari orang tersebut. Apakah ia cenderung memandang masalah tesebut meluas atau hanya terbatas pada masalah tersebut saja.
4. E = Endurance
Menjelaskan tentang bagaimana seseorang memandang jangka waktu berlangsungnya masalah yang muncul. Apakah ia cenderung untuk memandang masalah tersebut terjadi secara permanen dan berkelanjutan atau hanya dalam waktu yang singkat saja.
Keseluruhan nilai dari dimensi di atas lalu dapat dikalkulasikan dengan metode yang telah disediakan di buku ini untuk menentukan nilai dari Adversity Quotient seseorang.
Dengan penyusunan teori yang nyaris sempurna, Stoltz berhasil memberikan gambaran secara gamblang mengenai jalan pikiran seseorang dalam menghadapi masalah. Meski ada beberapa bab yang gagal dipercantik sehingga tidak lebih dari teori-teori dasar penuh kerumitan, namun kelemahan tersebut berhasil dibayar lunas, karena buku ini juga dilengkapi dengan lembar uji AQ yang bisa langsung digunakan. Dengan kata lain, buku ini telah memadukan antara teori psikologis yang universal dengan praktik teori aplikasi langsung dalam satu kemasan menarik, sehingga layak untuk dikategorikan sebagai salah buku yang bergizi tinggi. Jadi, seberapa tangkaskah anda?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar